Hai guys...
Lama juga blog ini libur
update share info lagi mengenai buah dan sayur
So...
Kali ini 'ane mau share
salah satu makanan kesukaan ni, entah masuk dalam keluarga sayur ato masuk
dalam keluarga buah, simak aja ya.....
"_____________________________________________________________________"
Ada yang menyebutnya
buah dan ada juga yang menyebutnya sayur....
Bentuknya memang sedikit
kurang menarik guys, sehingga tidak banyak yang suka sama yang satu ini.
Selain itu dia punya
rasa yang lumayan pahit....
Mau direbus....PAHIT
Mau digoreng.......PAHIT
Mau mentah......juga
PAHIT
Pokoknya PAAAHHHHIIITTT
guys,
Tapi ada juga lho yang
bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang berbeda dan hampir menghilangkan rasa
pahitnya.
Inilah si dia...”PARE”
Hmmmm.....
Dari beberapa sumber
termasuk situs wikipedia “PARE” yang memiliki nama latin Momordica Charantia L.
Pare ini adalah sayur yang berbentuk buah dan merupakan anggota suku
Curcubitaceae (Labu-labuan “bukan labu mainan guys” ^_^). Pare berasal dari
wilayah Asia Tropis khususnya daerah India bagian barat (Assam dan Burma).
Seperti
daerah asalnya...Pare banyak tumbuh di daerah tropis, dataran rendah dan dapat
dijumpai juga di tanah terlantar (bisa juga dibudidayakan dan ditanam
dipekarangan), pare tumbuh merambat dan tidak perlu banyak sinar matahari (jadi
tambah subur di tempat yang teduh).
Tau kah
kita???
Ternyata PARE
memiliki jenis yang lumayan banyak guys, diantaranya:
-
Pare
Gajih
Biasa
disebut pare putih atau pare mentega dengan bentuk buah panjang berukuran 30 –
50 cm dengan badan berdiameter 3 – 7 cm dengan berat rata-rata 200 – 500 gram/buah.
-
Pare
Hijau
Dari
namanya sudah jelas kalau pare yang satu ini berwarna hijau, dengan bentuk yang
lonjong dilengkapi bintil-bintil agak halus pare ini memiliki panjang 15 – 20
cm dan ada pula yang 5 cm. Pare yang satu ini pun masih memiliki beberapa
keturunan seperti: pare ayam, pare kodok dan pare alas atau pare ginggae.
-
Pare
Impor
Selain
pare hijau, pare import yang berasal dari Taiwan ini juga memiliki beberapa
varietas dan di indonesia terdapat 3 varietas yang beredar, untuk tau bedanya
ke 3 varietas itu lihat tabel di bawah ini ya....
-
Pare
Belut
Sebenarnya
yang satu ini tidak termasuk keluarga Momordica Charantia L. Pare melainkan
adalah dari golongan keluarga Trichosanthus anguina L namun oleh masyarakat
terbiasa memasukkannya kedalam jenis pare. Dari bentuknya memang seperti
namanya “belut” dengan panjang 30 – 110 cm dan badan berdiameter 4 – 8 cm.
Okey.....sekarang
kita lanjutkan ke area khasiat bin manfaat dari si PARE ini.
Ternyata
dibalik bentuknya yang mengerikan (seperti monster rawa “kalo diperbesar”) dan
rasanya yang super PAHIT, PARE memiliki segudang manfaat lho guys buat tubuh
kita...
*Mencegah
serangan kanker
Dari
hasil suatu penelitian yang dilakukan tetangga kita “Jepang” menunjukkan
manfaat PARE sebagai penangkal sel kanker karena mengandung zat lesichin yang
dapat meningkatkan kekebalan untuk menangkal perkembangan sel kanker, selain
itu juga mempunyai kandungan beberapa zat yang dapat mencegah sel kanker.
*Mencegah
kadar gula berlebih
Kadar
kalsium dalam Pare yang tergolong tinggi mampu menaikkan produksi sel-se beta
dalam pancreas untuk menghasilkan insulin. Nah....bila kadar insulin dalam
tubuh mencukupi maka dapat tercegah kadar glukosa membanjir, dengan kata lain
kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol atau menjadi normal.
“Prof
Lee-Huang dari Universitas New York juga menemukan zat yang
luar biasa pada buah pare, yakni senyawa anti HIV-AIDS yaitu
alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica antiviral protein
30). Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua”
- Antibiotik
- Antivirus
- Perangsang
produksi insulin
-
Penyeimbang tekanan darah
- Perangsang
nafsu makan
- Pembasmi
cacing usus
6 poin
tersebut karena PARE mengandung senyawa lutein dan likopen
Selain
itu...
Serat yang
dikandung buah PARE ini baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Karoten
didalam PARE dapat meningkatkan aktivitas dari kesehatan mata (seperti karoten
pada wortel)
Kalium buah
PARE mempunyai kemampuan untuk mengatasi konsumsi natrium berlebih sehingga
pembuluh darah lebih lentur yang efeknya baik untuk kesehatan jantung.
Vitamin C
dari PARE (dimana setiap 100 gram PARE mengandung 120 ml vitamin C),
Albiminoid, Karbohidrat, Zat warna daun, minyak lemak, asam dammar, protein,
besi, kalium, fosfor, vitamin A, dan B1 berkhasiat untuk memelihara kecantikan
dan mengatasi ancaman dari sinar ultraviolet.
Menurut
Centers for Dessease Control and Prevention “ PARE hanya mengandung 16 kalori
/cangkir, kandungan air mencapai 90 %, dan serat 2,6 gram. Kandungan tersebut
dapat mengerem nafsu makan dan membuat perut terasa kenyang lebih lama”.
Sedangkan
sebuah studi dari Universitas of Massachusetts emnunjukkan bahwa respon tubuh
pada konsumsi makanan pahit seperti PARE merangsang indra pengecap yang ada di
sel saluran pernafasan, sehigga saluran pernafasan jadi lebih lebar dan membuat
aliran udara lebih cepat dan kuat.
Bagian pare
yang memiliki kashiat antara lain: Pare yang masih muda digunakan sebagai obat
diabetes, gangguan pencernaaan, obat malaria, penyakit kuning dan bronkhitis.
Daun pare juga tidak kalah penting dengan buahnya. Beberapa manfaat daun pare,
diantaranya dapat menyembuhkan batuk, menurunkan panas, mematikan cacing kremi,
mengobati bisul, dan bermanfaat juga untuk membersihkan darah bagi wanita yang
baru melahirkan. Selain buah dan daunnya, bagian pare yang juga bermanfaat
untuk mengobati penyakit, adalah akarnya. Akar pare berkasiat untuk mengobati
disentri amuba dan wasir. Biji pare sendiri, merupakan atioksidan yang cukup
kuat yang dapat menghambat pembentukan sel kanker dan mencegah penuaan dini.


