Senin, 10 Juni 2013

PARE


Hai guys...
Lama juga blog ini libur update share info lagi mengenai buah dan sayur

So...
Kali ini 'ane mau share salah satu makanan kesukaan ni, entah masuk dalam keluarga sayur ato masuk dalam keluarga buah, simak aja ya.....
"_____________________________________________________________________"
Ada yang menyebutnya buah dan ada juga yang menyebutnya sayur....
Bentuknya memang sedikit kurang menarik guys, sehingga tidak banyak yang suka sama yang satu ini.
Selain itu dia punya rasa yang lumayan pahit....
Mau direbus....PAHIT
Mau digoreng.......PAHIT
Mau mentah......juga PAHIT
Pokoknya PAAAHHHHIIITTT guys,
Tapi ada juga lho yang bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang berbeda dan hampir menghilangkan rasa pahitnya.

Inilah si dia...”PARE”

Hmmmm.....
Dari beberapa sumber termasuk situs wikipedia “PARE” yang memiliki nama latin Momordica Charantia L. Pare ini adalah sayur yang berbentuk buah dan merupakan anggota suku Curcubitaceae (Labu-labuan “bukan labu mainan guys” ^_^). Pare berasal dari wilayah Asia Tropis khususnya daerah India bagian barat (Assam dan Burma).
Seperti daerah asalnya...Pare banyak tumbuh di daerah tropis, dataran rendah dan dapat dijumpai juga di tanah terlantar (bisa juga dibudidayakan dan ditanam dipekarangan), pare tumbuh merambat dan tidak perlu banyak sinar matahari (jadi tambah subur di tempat yang teduh).
Tau kah kita???
Ternyata PARE memiliki jenis yang lumayan banyak guys, diantaranya:

-       Pare Gajih
Biasa disebut pare putih atau pare mentega dengan bentuk buah panjang berukuran 30 – 50 cm dengan badan berdiameter 3 – 7 cm dengan berat rata-rata 200 – 500 gram/buah.

-       Pare Hijau
Dari namanya sudah jelas kalau pare yang satu ini berwarna hijau, dengan bentuk yang lonjong dilengkapi bintil-bintil agak halus pare ini memiliki panjang 15 – 20 cm dan ada pula yang 5 cm. Pare yang satu ini pun masih memiliki beberapa keturunan seperti: pare ayam, pare kodok dan pare alas atau pare ginggae.

-       Pare Impor
Selain pare hijau, pare import yang berasal dari Taiwan ini juga memiliki beberapa varietas dan di indonesia terdapat 3 varietas yang beredar, untuk tau bedanya ke 3 varietas itu lihat tabel di bawah ini ya....

 
-       Pare Belut
Sebenarnya yang satu ini tidak termasuk keluarga Momordica Charantia L. Pare melainkan adalah dari golongan keluarga Trichosanthus anguina L namun oleh masyarakat terbiasa memasukkannya kedalam jenis pare. Dari bentuknya memang seperti namanya “belut” dengan panjang 30 – 110 cm dan badan berdiameter 4 – 8 cm.

Okey.....sekarang kita lanjutkan ke area khasiat bin manfaat dari si PARE ini.
Ternyata dibalik bentuknya yang mengerikan (seperti monster rawa “kalo diperbesar”) dan rasanya yang super PAHIT, PARE memiliki segudang manfaat lho guys buat tubuh kita...
*Mencegah serangan kanker
Dari hasil suatu penelitian yang dilakukan tetangga kita “Jepang” menunjukkan manfaat PARE sebagai penangkal sel kanker karena mengandung zat lesichin yang dapat meningkatkan kekebalan untuk menangkal perkembangan sel kanker, selain itu juga mempunyai kandungan beberapa zat yang dapat mencegah sel kanker.
*Mencegah kadar gula berlebih
Kadar kalsium dalam Pare yang tergolong tinggi mampu menaikkan produksi sel-se beta dalam pancreas untuk menghasilkan insulin. Nah....bila kadar insulin dalam tubuh mencukupi maka dapat tercegah kadar glukosa membanjir, dengan kata lain kadar glukosa dalam darah dapat terkontrol atau menjadi normal.
Prof Lee-Huang dari Universitas New York juga menemukan zat yang luar biasa pada  buah pare, yakni senyawa anti HIV-AIDS yaitu alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (Momordica antiviral protein 30). Zat berkhasiat ini banyak terdapat pada biji pare tua”

- Antibiotik
- Antivirus
- Perangsang produksi insulin
- Penyeimbang tekanan darah
- Perangsang nafsu makan
- Pembasmi cacing usus
6 poin tersebut karena PARE mengandung senyawa lutein dan likopen

Selain itu...
Serat yang dikandung buah PARE ini baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Karoten didalam PARE dapat meningkatkan aktivitas dari kesehatan mata (seperti karoten pada wortel)
Kalium buah PARE mempunyai kemampuan untuk mengatasi konsumsi natrium berlebih sehingga pembuluh darah lebih lentur yang efeknya baik untuk kesehatan jantung.
Vitamin C dari PARE (dimana setiap 100 gram PARE mengandung 120 ml vitamin C), Albiminoid, Karbohidrat, Zat warna daun, minyak lemak, asam dammar, protein, besi, kalium, fosfor, vitamin A, dan B1 berkhasiat untuk memelihara kecantikan dan mengatasi ancaman dari sinar ultraviolet.

Menurut Centers for Dessease Control and Prevention “ PARE hanya mengandung 16 kalori /cangkir, kandungan air mencapai 90 %, dan serat 2,6 gram. Kandungan tersebut dapat mengerem nafsu makan dan membuat perut terasa kenyang lebih lama”.

Sedangkan sebuah studi dari Universitas of Massachusetts emnunjukkan bahwa respon tubuh pada konsumsi makanan pahit seperti PARE merangsang indra pengecap yang ada di sel saluran pernafasan, sehigga saluran pernafasan jadi lebih lebar dan membuat aliran udara lebih cepat dan kuat.

Bagian pare yang memiliki kashiat antara lain: Pare yang masih muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaaan, obat malaria, penyakit kuning dan bronkhitis. Daun pare juga tidak kalah penting dengan buahnya. Beberapa manfaat daun pare, diantaranya dapat menyembuhkan batuk, menurunkan panas, mematikan cacing kremi, mengobati bisul, dan bermanfaat juga untuk membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan. Selain buah dan daunnya, bagian pare yang juga bermanfaat untuk mengobati penyakit, adalah akarnya. Akar pare berkasiat untuk mengobati disentri amuba dan wasir. Biji pare sendiri, merupakan atioksidan yang cukup kuat yang dapat menghambat pembentukan sel kanker dan mencegah penuaan dini.
»»  READMORE...